Kenapa ya ada yang tega mengeksploitasi anak nya sendiri. saya tidak
habis pikir, ini sebuah pengalaman nyata ketika saya turun kejalan,
disebuah sudut kota yang banyak sekali hilir mudik kendaraan datang dan
pergi silih berganti. semuanya nampak dalam kehidupan dan kesibukan
masing-masing. Ketika itu di siang yang teramat panas, saya duduk di
sebuah gardu tua yang sudah lama tidak terurus lagi. Saya duduk sendiri
yang memang kali itu adalah pengalaman pertama saya. Tidak perlu saya
sebutkan apa yang saya lakukan disana. tapi satu hal yang membuat saya
sangat terharu.
Dunia ini seperti terbalik, si anak sibuk mencari nafkah si bapak asyik
bermain domino di sebuah tempat yang tak jauh dari tempat si anak yang
meminta-minta di pinggiran jalan lampu merah. Sayapun bertanya dalam
hati, kemana si emaknya kok gak ada. saya terus mengamati dengan rasa
penasaran saya, dari jauh saya melihat seorang ibu tua yang bekerja
membersihkan kaca mobil yang berhenti karena lampu merah. Ya tuhan,
lusuh sekali ibu itu, pakaiannya yang nampaknya seminggu sekali baru
ganti, begitu juga si anak yang baju seragam merah putih yang masih
melekat dengan tas kecil di punggungnya, hitam legam karena panas terik
matahari.
Saya semakin penasaran, berlagak dan bertingkah seperti layaknya tim
penelusuran yang melakukan pengintaian secara diam-diam, jam pun sudah
menunjukkan pukul 5 sore, si anak dan si ibu yang lusuh tadipun
berkumpul di mana sang bapak yang menurut saya "tidak punya hati nurani"
itu menunggu. Seperti layaknya seorang juragan yang dengan penuh
semangat meminta setoran kepada anak buahnya. si Bapak tadi pun dengan
sigap memeriksa semua kantong anak dan istrinya itu.
Maaf, saya bukan menguping, tapi jaraknya memang terlalu dekat dan saya
mendengar semua perkataan yang dikatakan si bapak tadi. "gimana sih,
kalian ini kok makin lama makin menurun gini semangatnya, biasanya satu
hari bisa dapat seratus ribuan perhari" kok sekarang cuma 50rb saja? apa
yang kalian lakukan disana". ya ampun...dalam hati saya. tuh bapak
bukannya sakit, badannya sehat dan segar bugar, kenapa tidak bekerja
menafkahi keluarganya, malah memanfaatkan wajah belas kasihan si ibu
yang membersihkan kaca mobil yang sedang berhenti di lampu merah dan
juga si anak yang dengan seragam merah putihnya, meminta-minta belas
kasihan si pengemudi kendaraan. Bener-bener sosok pria yang tidak
bertanggung jawab.
Coba saja mereka mau bekerja sama, saling bahu membahu, dengan
menghasilkan 100rb perhari, mestinya hidupnya sudah lumayan
berkecukupan, hampir sama tuh dengan gaji karyawan di perusahaan swasta,
malah bisa lebih besar. tapi kok masih tetap meminta-minta.
Ini seperti sebuah fenomena, banyak orang yang mengandalkan belas
kasihan orang untuk meraup keuntungan dengan mudah tanpa harus bersusah
payah mencari pekerjaan yang memang sangat sulit. ada juga anak muda
yang sehat, segar bugar, malah menuntun orang tuanya yang buta dan tak
bisa melihat untuk meminta-minta.. kemana aja tuh anak muda. malah
membuat orang tua susah. yang muda itu harusnya lebih bisa bekerja keras
membantu orang tuanya, bukan malah memanfaatkan kelemahan orang tuanya
untuk meraup keuntungan.
Yang satu ini juga pemandangan yang mengerikan, segerombolan anak muda
yang katanya "punk" itu pesta minuman keras, padahal jaraknya dengan pos
polisi cuma beberapa meter saja. memang sedikit cerdik. minuman keras
tersebut di tuang dalam botol air mineral. jadi biar gak kelihatan.
padahal jelas-jelas saya melihat dengan mata kepala saya sendiri.
Segerombolan pemuda tadi kedatangan seseorang yang tiba-tiba turun dari
mobil. membawa bungkusan yang isinya ntah apa. lalu di jumpai semua
"anak punk" tersebut. rupanya adalah utusan perusahaan tertentu untuk
menyebarkan brosur di lokasi lampu merah tersebut. mereka semua
kelihatannya menerima bayaran dari orang tadi. tak lama setelah si
pemilik brosur menyerahkan sejumlah uang kepada "anak punk" tadi untuk
di percaya menyebarkan brosur mereka. eh tuh brosur malah di pendam
dalam tanah semua dan tak ada satupun yang disisakan. kasian banget tuh
si bapak pemilik brosur, kena tipu mentah-mentah sama "anak punk".
Kenapa sih banyak penghuni lampu merah kota metropolitan adalah
kebanyakan dari kaum remaja yang masih sehat dan segar bugar, juga
beberapa lansia yang betul-betul seperti sebuah asas manfaat.
Memanfaatkan kondisi fisik untuk meraih keuntungan. ini tidak benar. ini
merupakan fakta menyedihkan dibalik lampu merah kota metropolitan. saya
yakin, kalian yang sering melintasi lampu merah pasti pernah atau
bahkan sering melihat fenomena lampu merah itu kan?
No comments:
Post a Comment